Pada hari Minggu kemarin (27/9), dirayakan Hari Pariwisata Sedunia dengan tema pedesaan. Berkut 6 desa wisata menarik di Indonesia.

Berkaca pada tema besar Hari Pariwisata Sedunia tahun 2020, tema yang diangkat oleh UNWTO adalah terkait Pariwisata dan Pembangunan Pedesaan.

Desa dengan segala ekosistemnya dapat menjadi hal menarik bagi pariwisata. Pariwisata juga dapat mendorong pedesaan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan hingga menghadirkan tenaga kerja.

Di Indonesia terdapat setidaknya Enam desa wisata yang memiliki ciri khas masing-masing dan menarik untuk wisatawan.

1. Desa Nglanggeran, Yogyakarta

Tergolong baru, Desa Wisata Nglanggeran baru hadir di Gunungkidul pada tahun 2019 silam. Yang menarik, desa wisata ini punya panggung amphiteater yang biasa digunakan untuk menghibur wisatawan.

Menariknya lagi, traveler juga bisa belajar banyak soal budaya Jawa dan kesenian lokal setempat di desa ini. Jangan lupa juga melihat indahnya Gunung Api Purba Nglanggeran yang jadi ikon utamanya.

2. Desa Kete Kesu, Sulawesi Selatan

Berlokasi di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Desa Kete Kesu adalah salah satu tempat wisata yang wajib traveler datangi. Sebuah desa wisata yang terdiri dari padang rumput dan padi yang mengelilingi rumah adat suku Toraja yang disebut dengan Tongkonan

Desa Kete Kesu juga merupakan kawasan cagar budaya dan pusat berbagai upacara adat Toraja seperti Rambu Solo (pemakaman yang sangat fenomenal), Rambu Tuka serta berbagai ritual adat lainnya.

3. Desa Penglipuran, Bali

Desa Penglipuran merupakan salah satu desa wisata Bali yang dinobatkan menjadi desa terbersih di dunia. Desa adat ini terletak di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli di kaki Gunung Batur.

Memiliki luas kurang lebih 112 hektare, rumah-rumah adat yang ada di Penglipuran tertata dengan begitu rapi. Desa ini juga terkenal karena menampilkan budaya Bali dengan berbagai bangunan, kerajinan dan makanan tradisional.

Saat ini Desa Penglipuran tengah berbenah dan mempersiapkan diri untuk membuka kembali tempat wisata ini di era pandemi. Adapun hal-hal yang disiapkan berupa fasilitas, peraturan dan protokol kesehatan.

4. Desa Wae Rebo, Flores

Nama Kampung Adat Wae Rebo di Manggarai, NTT, tentu sudah populer di kalangan traveler. Destinasi ini juga masuk Warisan Budaya Dunia UNESCO.

Sempat ditutup untuk wisatawan akibat pandemi COVID-19, kini Wae Rebo, yang menjadi primadona wisata Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai bisa dikunjungi wisatawan lagi.

Traveler juga bisa menginap di salah satu rumah adat, sambil menikmati kopi yang menjadi komoditas andalan di sana. Menarik banget deh pokoknya! Jadi sempatkan juga liburan ke desa wisata saat pandemi ini membaik nanti.

5. Desa Sasak Sade, Lombok

Lombok tak hanya mempunyai alam dan laut yang cantik. Di sana juga kaya akan budaya yang masih dijaga sampai sekarang.

Traveler dapat melihatnya salah satu tradisi dan budaya di Lombok di Desa Sasak Sade.

Desa Sasak Sade atau Desa Sade berada di wilayah Rembitan, Lombok Tengah. Desa ini hanya berjarak 13 Km atau 25 menit perjalanan dengan mobil dari bandara.

Jika traveler berkeliling desa ini, terlihat beberapa wanita menawarkan dagangannya berupa kain tenun serta aksesoris dari benang seperti gelang dan kalung.

6.Desa Wisata Suku Baduy Baten

Provinsi Banten terkenal dengan banyaknya objek wisata. Mulai dari wisata alam hingga wisata religi ada di provinsi ini. Berbicara tentang kekayaan budaya, provinsi ini pun tidak kalah kekayaan budayanya. Mungkin anda mendengar suara Baduy. Sebuah suku yang hidup di pedalaman Banten.

Suku Baduy merupakan suku yang hidup secara terisolir dari dunia luar. Mereka hidup sederhana dan menyatu dengan alam. Alam yang masih alami dan budaya yang ditawarkan oleh kampung suku Baduy menjadi daya tarik wisata bagi daerah ini.

Kampung wisata suku Baduy  terletak di desa Cibeo kabupaten Lebak. Sekitar 40 Km dari Rangkasbitung. Wisata kampung suku Baduy merupakan wisata alam sekaligus wisata budaya. Dimana anda dapat menikmati alamnya yang masih asri serta mengenal lebih jauh budaya suku Baduy yang terlihat masih tradisional sekali.

Suku Baduy sendiri terdiri dari 2 macam. Yaitu suku Baduy luar dan suku Baduy dalam. Secara penampilan, suku Baduy dalam memakai baju dan ikat kepala serba putih. Sedangkan suku Baduy memakai pakaian hitam dan ikat kepala berwarna biru. Indonesia merupakan negara yang kaya dengan sumber daya alam dan budaya. Berbagai macam suku dan budaya serta kekayaan alamnya hidup berdampingan di Indonesia. Tak jarang kekayaan budaya dan alam di suatu daerah menjadi daya tarik bagi para wisatawan untuk mengunjunginya.

By Pakdhul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *