Sekitar tahun 1680 Raden Djajasasana putra Aria Wangsa Goparona dari Talaga ketururunan Sunan Talaga di tugaskan untuk membuka wilayah baru dengan membawa 100 cacah (rakyat) yang bernama Cikundul. Untuk membuka wilayah baru Raden Djajasasana harus berhadapan dengan Banten dan berhasil menahan serangan Banten dalam mempertahankan wilayahnya sehingga dia dianugerahi gelar panglima (Wira Tanu). Sehingga dia akhirnya dikenal dengan gelar Raden Aria Wira Tanu.

Aria Wangsa Goparana kemudian mendirikan Nagari Sagara Herang dan menyebarkan Agama Islam ke daerah sekitarnya. Sementara itu Cikundul yang sebelumnya hanyalah merupakan sub nagari menjadi Ibu Nagari tempat pemukiman rakyat Djajasasana. Beberapa tahun sebelum tahun 1680 sub nagari tempat Raden Djajasasana disebut Cianjur

Pada tahun 1819 Cianjur pernah menjadi ibu kota Periangan bakan tercatat ada beberapa Bupati Cianjur di masa itu yang memiliki kemampuan luar biasa pada masa Hindia Belanda. Dulu istilah Priangan Barat atau West Preanger sendiri pertama muncul dalam karya literatur Hindia Belanda tahun 1819, yang menyebutkan bahwa ibu kota di Karesidenannan Priangan ialah Cianjur. Namun pada tahun 1864 ibu kota Priangan dipindahkan ke Bandung untuk menghindari dampak negatif dari aktivitas vulkanik Gunung Gede.

Bedasarkan data yang di rilis (https://cianjurkab.go.id/) Kabupaten Cianjur secara geografis terletak pada koordinas 106o 42’- 107 o 25’ Bujur Timur dan 6 o 21’-7 o 25’ Lintang Selatan, dengan ketinggian 7-2.962 mdpl dan memiliki kemiringan 0-40%.
Batas-batas wilayah daerah meliputi :

Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Purwakarta;
Sebelah timur berbataan dengan Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Garut;
Sebelah selatan berbatasan dengan Samudra hindia;
sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor;

Wilayah Kabupaten Cianjur terdiri dari 32 kecamatan dengan luas wilayah 361.434,98 ha dan kecamatan yang memiliki wilayah terluas adalah kecamatan Cidaun dengan luas 29.551,23 ha. Luas lahan di kabupaten Cianjur tahun 2015 adalah 350.148 ha yang terdiri dari lahan sawah dan lahan bukan sawah. Luas lahan sawah sebesar 65.782 ha mengalami penurunan dari tahun 2014 yaitu 65.909 ha.

Penurunan tersebut disebabkan oleh adanya penurunan luas lahan sawah di Kecamatan Gekbrong dan Sukaluyu. Sementara itu, luas lahan bukan sawah sebesar 284.336 ha mengalami kenaikan dari tahun 2014 yaitu 284.239 ha. Kenaikan tersebut disebabkan oleh adanya kenaikan luas lahan bukan sawah di kecamtan Cempakamulya dan Cikadu. Lahan sawah terbesar ada di wilayah Kecamatan Kadupandak, Pagelaran, Agrabinta dan Cibeber.

By Pakdhul

One thought on “Sejarah Cianjur Yang Berawal Dari Cikundul”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *